Gebyar Ramadhan 1442: STMIK Jabar Berbagi Bersama Panti Asuhan Baitussyukur Bandung

Ketua STMIK Jabar, Bapak Kosidin, S.T., M.Kom. (kiri) memberikan santunan secara simbolis kepada Panti Asuhan Baitussyukur

Gemar berbagi di bulan Ramadhan menjadi salah satu agenda Gebyar Ramadhan STMIK Jabar tahun 1442 H. ini. Bapa Ketua STMIK Jabar bersama mahasiswa STMIK Jabar berkunjung ke Panti Asuhan Baitussyukur Rancasari, Kota Bandung pada tanggal 30 April 2021.

Mahasiswa STMIK JABAR tiba di Panti Asuhan Baitussyukur

Mahasiswa tiba di lokasi, Jl. Mars Sel. No.27, Manjahlega, Kec. Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40286. hendak berbagi bersama adik-adik Panti Asuhan Baitussyukur. Mereka terdiri atas usia SD hingga SMA. Semoga kehadiran STMIK Jabar bisa menjadi salah satu dari kebahagiaan mereka. Belajar bersyukur dengan apa yang ada. Belajar ikut saling menguatkan satu sama lain, baik dalam suka maupun duka. Saudara kita bukan hanya saudara kandung, tetapi semua makhluk Allah adalah saudara kita, apalagi sesama Muslim.

Ketua Pelaksana, Fitroh (kiri), memberikan santunan secara simbolis kepada Panti Asuhan Baitussyukur

Saat terjalin silaturahmi, insyaallah rahmat Allah akan mengalir. Kedekatan mahasiswa bersama adik-adik kecil panti diharapkan menjadi jembatan terbangunnya jiwa sosial, rasa sayang kepada sesama umat yang harus saling menguatkan ibarat sebuah bangunan yang mana bagian satu dengan bagian lainnya saling menguatkan sehingga terwujud bangunan yang sangat kokoh.

Mahasiswa STMIK Jabar bersama putra-putri Panti Asuhan Baitussyukur

Senyum indah putra-putri panti bisa menjadi teman sesungguhnya, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Ajakan Bapak Ketua STMIK Jabar untuk kuliah, semoga menjadi motivasi agar mereka semakin yakin mengukir masa depannya lebih semangat dan lebih yakin lagi. Allah bersama kita. Tidak ada yang tidak mungkin bila kita menjadikan Allah SWT nomor satu di hati kita yang paling dalam.

Gebyar Ramadhan 1442: STMIK Jabar Adakan Tabligh Akbar dan Berbagi Takjil

Dari kiri ke kanan: Bapak Ova Nurisma Putra, M.Kom. (LPMI), Bapak Kosidin, M.T. (Ketua STMIK Jabar), Bapak Edi Firdaus, M.Kom. (Kaprodi SI), dan Bapak Galih, M.Kom. (Dosen) saat pembukaan Gebyar Ramdhan 1442

Menyambut bulan suci Ramadhan 1442, STMIK Jabar mengadakan Gebyar Ramadhan.  Melalui acara ini, civitas akademika dan mahasiswa diharapkan semangat belajar meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ustadz Acep Dani Ramdani saat memberikan tausiyah

Untuk lebih meningkatkan keilmuan tentang Islam, panitia mengundang ustadz muda yang kalem, lulusan pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Bapak Ustadz Acep Dani Ramdani. Beliau berbagi banyak ilmu yang bermanfaat, antara lain 3B, yakni rajin beribadah, belajar, dan berbagi.

Mahasiswa STMIK Jabar berbagi takjil

Menghujamkan nilai-nilai Islam dalam diri itu diperlukan banyak latihan. Hal sekecil apapun harus dilakukan karena Allah dan sebaiknya berdampak positif untuk umat. Oleh karena itu, mahasiswa STMIK Jabar dengan semangat, mereka berbagi takjil dan buka puasa kepada masyarakat di depan kampus, baik yang lalu-lalang berkendaraan maupun para ojek yang sudah menjadi tetangga dekat STMIK Jabar.

Semoga melalui Gebyar Ramadhan 1442 ini, keluarga besar STMIK Jabar semakin giat belajar beribadah dan semoga Allah SWT berkenan melipatgandakan pahala untuk kita semua.

Tim Ahli Nasional Berbagi Tips Sukses Bidang Jaringan Komputer Kepada Mahasiswa STMIK Jabar

Skill yang dapat dimiliki oleh mahasiswa program studi Teknik Informatika (TI) dan Sistem Informasi (SI) tidak terbatas hanya pada dunia ngoding, tapi masih banyak skill komputer lain yang dapat dikuasai, antara lain penguasaan jaringan komputer.

Dengan kemampuan jaringan komputer banyak proyek terbuka untuk mahasiswa tanpa harus menunggu lulus terlebih dahulu. Bahkan beberapa dosen biasanya ada relasi untuk berbagi pekerjaan di bidang komputer untuk skala nasional. Pertanyaannya “Apakah kita sebagai mahasiswa sudah siap menjelajah jaringan komputer ke seluruh wilayah Indonesia?”

Bahkan kesempatan emas itu bukan hanya berlaku bagi mahasiswa saja. Tidak jarang negeri tercinta ini membutuhkan dosen-dosen agar berkenan berbagi ilmu kepada para guru di seluruh penjuru negeri. Sebagai dosen yang memiliki kewajiban bukan hanya mengajar di kelas tapi harus mengabdi kepada masyarakat sudah selayaknya ikut mencerdaskan masyarakat Indonesia walaupun dari Bandung atau Jakarta akan sangat indah bila berkenan berbagi ilmu sampai ke Pontianak, Ambon, Papua, ataupun daerah lainnya walaupun hanya dalam hitungan beberapa hari saja dalam setahun. Pengabdian ini juga menjadi salah satu titik perhatian Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Bersama dosen Jaringan Komputer STMIK Jabar, Bapak Solehkun, tim ahli yang biasa mengisi Bimbingan Teknis (BIMTEK) ke seluruh wilayah Indonesia berkenan berbagi tentang jaringan komputer kepada mahasiswa STMIK Jabar pada tanggal 19 April 2021. Mereka berkenan ikut berkontribusi meningkatkan skill mahasiswa dengan harapan dari STMIK Jabar juga akan terlahir para pakar jaringan sebagai generasi penerus penggerak informatika Indonesia.

Mereka berbagi pengalaman karir di bidang jaringan dan juga dasar-dasar jaringan komputer karena keterbatasan waktu. Mereka merupakan tim support Kementerian Pendidikan (Kemdikbud) RI dan Google dalam rangka mensukseskan Bantuan Peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada para guru SMP di seluruh Indonesia. Antusiasme mahasiswa semakin kuat, ingin segera kuliah normal lagi, ingin segera belajar jaringan lebih dalam lagi.

Selamat Penelitian Dosen STMIK Jabar Terindeks Scopus Lagi!

Sampai saat ini, para dosen di Indonesia masih banyak yang berjuang untuk mendapatkan indexing internasional, SCOPUS. Penelitian mereka harus dituangkan dalam bentuk artikel jurnal atau prosiding yang bereputasi DIKTI. SCOPUS merupakan salah satu indexing yang banyak rekomendasikan.

Alhamdulillah bulan April 2021 ini, melalui kerja sama LPPM STMIK Jabar dan Unfari, karya tulis tiga dosen STMIK Jabar berhasil dipublikasikan di Journal of Physics: Conference Series oleh publisher Institute of Physics (IOP).

Idi Sumardi dari program studi Teknik Informatika mengajukan artikel

Innovation of village governance based on technology 4.0: Case study in the new otonom district

Ova Nurisma Putra dari program studi Sistem Informasi mengajukan artikel

BD-Print: An Android based for bilingual digital promotion of integrated tourism in Garut Selatan

Ova Nurisma Putra dan Komarudin Tasdik dari program studi Sistem Informasi mengajukan artikel

Geographic Information System (GIS): Potential mapping of agribusiness in Southern part of West Java

Selamat dan sukses untuk Bapak-bapak dosen!

Semoga karyanya bermanfaat!

STMIK Jabar Dukung Program Pelatihan Dosen (PEKERTI) LLDIKTI Jabar-Banten

Ketua STMIK Jabar dan Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) bekerja sama dengan Prodi Sistem Informasi sangat mendukung para dosen untuk aktif mengikuti palatihan yang direkomendasikan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) 4 Jawa Barat dan Banten agar kualitas dan karir dosennya semakin baik.

Saat ini, DIKTI memberikan syarat dosen memperoleh jabatan fungsional Asisten Ahli (AA) antara lain harus memiliki sertifikat Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI). Oleh karena itu, Ketua Program Studi (Prodi) Sistem Informasi mengutus salah satu dosennya untuk mengikuti PEKERTI.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) prodi Sistem Informasi (SI) setelah meraih akreditasi B belum lama ini. Alhamdulillah perwakilan dari STMIK Jabar, Komarudin Tasdik telah memperoleh sertifikat PEKERTI dengan nilai A dan menjadi peserta tercepat pertama dalam ujiannya seperti dilansir pada channel Youtube CBI (sekitar menit 41:11).

Semoga STMIK Jabar, terutama prodi Sistem Informasi semakin sukses bersama akreditasi B-nya!

Juara Kompetisi Desain Poster STMIK Jabar Tingkat SMA se-Indonesia

Masih dalam rangka memeriahkan Dies Natalis STMIK Jabar pembentuk generasi muda kreatif, BEM dan Ormawa STMIK Jabar telah menyelenggarakan “Kompetisi Desain Poster” yang diikuti oleh para siswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Berikut ini para pemenangnya:

Nama: M. Rifqi Firdaus, Asal sekolah: MA Assa’idiyah, Asal kota/kabupaten: Gresik, Jawa Timur, Juara ke : Satu (1)

Nama : Shaiba Sahda Zerlinda, Asal sekolah :  SMKN 8 SEMARANG, Asal kota/kabupaten :  KOTA SEMARANG, Juara ke : DUA (2)

Nama : Salma Tiara Septiani, Asal sekolah : SMK Bhakti Putra Nagreg, Asal kota/kabupaten : kab. Bandung, Juara ke : Favorit.

Selamat untuk para pemenang. Semoga semakin kreatif ya.. 🙂

Empat Kelompok Wirausaha Mahasiswa STMIK Jabar Lolos Validasi

Ada 8 kelompok wirausaha mahasiswa yang berencana berpartisipasi dalam Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (PKMI) yang diselenggarakan oleh Kemdikbud dengan tawaran bantuan dana usaha Rp 25 juta bagi yang lolos seleksi juri. Akan tetapi, yang mendapatkan validasi ada 4 kelompok pada tanggal 2 April 2021.

Walaupun demikian, kedelapan kelompok tersebut akan terus dimotivasi kampus untuk terus mengembangkan usaha sehingga diharapkan akan menjadi salah satu usaha mahasiswa STMIK Jabar. Bukan hanya itu, keberlanjutan pembangunan bisnis selama tahun ini diharapkan akan menambah kesiapan mahasiswa untuk mengikuti PKMI tahun berikutnya.

Lalu, apakah jenis usahanya harus selalu berbasis IT?

Tidak selalu, tapi jika kreatif, maka kehadiran IT dalam bisnis kita akan sangat dirasakan. Jika usahanya murni non-IT, maka IT akan berperan dalam online marketing-nya. Era milenial, pemasaran melalui internet sudah menjadi trends masyarakat kota, bahkan sampai ke pelosok desa. Jualan tahu saja bisa lewat FB, ini real dilakukan oleh salah seorang pengusaha di Cisewu, Garut.

Adapun usaha yang diajukan adalah seputar:

  1. Blog
  2. Keripik Bayam
  3. Cheese Cake
  4. Hijab

Dengan tangan-tangan kreatif, usaha-usaha di atas akan dikemas dengan luar biasa. Semoga berhasil ya Aa+Teteh..! 🙂

Mahasiswa Informatika Kembangkan Hidroponik, Why Not?

Ketua STMIK Jabar, Kosidin, S.T., M.Kom. (biru) dan Kaprodi SI, Edi Firdaus, S.Kom., M.Kom. (berkacamata) Bersama Mahapasti (Mahasiswa Pecinta Alam STMIK Jabar)

Hidroponik adalah sistem penanaman berbasis air sehingga tidak perlu menggunakan tanah. Cara ini mulai banyak dilakukan di daerah perkotaan, termasuk rumah-rumah yang tidak memiliki lahan luas. Ide kreatif yang bernilai ekonomis ini cukup membantu perekonomian keluarga masyarakat kota.

Mahasiswa STMIK Jabar tak ingin kalah kreatif. Mereka melakukan eksperimen di kampusnya pada tanggal 3 April 2021. Mereka yakin bahwa sebuah kampus mungil yang penuh kreativitas akan membuat suasana kampus lebih betah didatangi mahasiswa, juga menjadi inspirasi bagi warga sekitar. Apalagi kampus STMIK Jabar berada di kota dan pinggir jalan akan sangat mudah menularkan kreativitas kepada warga yang berlalu di depannya.

Cocok tanam berbasis hidroponik akan memunculkan beberapa manfaat, antara lain:

  1. Penjualan hasil panen
  2. Mengundang perhatian masyarakat untuk berkunjung
  3. Daya kreativitas mahasiswa akan tumbuh subur
  4. Kampus ramah lingkungan akan tercipta
  5. Panen bersama civitas akademika bisa terjadi dengan penuh kebahagiaan dan kekeluargaan
  6. Dan masih banyak lagi manfaat lain.

Lalu, apakah nyambung dengan mahasiswa Informatika?

Sejak tahun 2010, seorang Profesor lulusan Kanada dan sekaligus ketua Federasi Teknologi Informasi Pertanian Asia (AFITA), Prof. Dr. Kudang Boro Seminar hampir setiap minggu menggembleng mahasiswa jurusan komputer untuk selalu menggarap aplikasi komputer untuk keperluan pertanian atau perkebunan. Ini harus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia yang memiliki sumber daya pertanian melimpah. Dengan kehadiran orang Informatika diharapkan dunia pertanian akan muncul lebih menarik dan memiliki daya jual lebih tinggi.

Selamat Atas Sidang Proposal Skripsi STMIK Jabar

Mahasiswa Terjun Langsung ke Masyarakat

Di samping ada kesibukan Dies Natalis STMIK Jabar, mahasiswa tetap harus menyelesaikan kegiatan perkuliahan, salah satunya adalah Sidang Proposal Skripsi pada tanggal 3 Maret 2021. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa akan lebih siap untuk menyusun skripsi di semester 8 nanti dengan lulus tepat waktu dan hasil sangat memuaskan.

Mahasiswa tampak berupaya keluar dari “habit”. Sebagian ada yang menggunakan tema penelitian yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, juga metode pengembangan sistem yang berbeda pula.

Hal ini bagian dari obrolan-obrolan ilmiah santai bahwa penelitian itu bisa berupa:

  1. Kualitas hebat siap lomba
  2. Bermanfaat bagi pengguna (perusahaan atau lembaga)
  3. Unik: belum atau jarang dibuat oleh mahasiswa lain.

Dengan memilih salah satu dari tiga poin di atas, mahasiswa akan mampu menilai potensi diri, ada di mana skill yang dimilikinya?

Yang benar-benar harus mendapatkan perhatian lebih intensif adalah pembuatan karya yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini kadang dianggap tidak elite, tapi jangan lupa masyarakat menantikan kehadiran karya kita yang benar-benar dapat membantu mempermudah pekerjaan sehari-harinya.

Dengan kata lain, mahasiswa terjun ke lapangan (masyarakat) sangat diperlukan, bukan hanya bermain keyboard di lab. komputer kampus dan pena di atas kertas.

Mahasiswa STMIK Jabar Berbagi Tips Sukses Bisnis Online Kepada Universitas dan SMA di Indonesia

STMIK Jabar kembali menguatkan pentingnya “kaderisasi” agar anak muda bisa sukses lebih awal, bahkan mampu membangun bisnis sebelum lulus kuliah. Hal ini ditunjukkan dengan menghadirkan salah seorang mahasiswa sebagai narasumber webinar “Membangun Bisnis Online di Bangku Kuliah” pada 3 Maret 2021.

Ia adalah Randi, mahasiswa semester 2, program studi Teknik Informatika. Randi berbagi tips bisnis online berbasis afiliasi dan online shop. Sebenarnya masih ada bisnis lain yang ia tekuni, antara lain Google Adsense yang sudah banyak dijadikan sumber penghasilan oleh para blogger dan youtuber.

Alhamdulillah peserta yang hadir berasal dari berbagai level, di antaranya SMA dan universitas baik dari negeri maupun swasta, dalam maupun luar Jawa, bahkan ada peserta yang berasal dari Jambi.

Semoga ilmunya bermanfaat dan menjadi energi kreatif untuk mahasiswa dalam rangka mewujudkan “usaha kreatif mahasiswa STMIK Jabar.” Dengan darah muda, tempat dan waktu tidak menjadi penghalang untuk membangun ekonomi mahasiswa bersama-sama di kampus agar bisa sukses sebelum sidang skripsi. 🙂