Mentoring Pertemuan 1: STMIK Jabar Bersama Anak-anak Muda Membangun Akhlak Bangsa

Sebagai tindak lanjut kegiatan mentoring yang sudah dibuka di minggu sebelumnya, tanggal 6 Maret 2021 insyaallah akan dimulai pertemuan pertama pada pukul 08.00-11.00.

Melalui akun medsos, Ustadz Nurkarim Tindani membangun komunikasi dengan mahasiswa untuk pematangan dan sharing rundown besok.

Kegiatan ini juga sesuai dengan agenda keagamaan yayasan. Pada minggu kemarin, Civitas Akademika STMIK Jabar dan Yayasan Al-Ghifari mengikuti pengajian bersama secara online.

Saya jadi teringat, presiden Soekarno yang dikenal bukan hanya sebagai Bapak proklamator tapi ada juga yang mengenal beliau sebagai tokoh pembaharuan Islam Indonesia. Padahal beliau itu bukan dari program studi politik maupun keislaman, melainkan Teknik Sipil, ITB. Selain itu, kita tahu bahwa ITB, IPB dan Unpad dikenal memiliki aktivis-aktivis dakwah kampus yang kuat.

Sebagai mahasiswa yang mendalami Informatika dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam sudah saatnya ikut berkontribusi memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bersama-sama membumikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan bermedsos. Isu bahwa netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia harus segera mendapatkan perhatian kita sebagai kaum milenial yang cinta bumi pertiwi ini.

Semoga agenda ini diberikan kelancaran oleh Allah SWT.

Mahasiswa STMIK Jabar Raih Sertifikat Pelatihan Olimpiade Komputer Se-Indonesia

Bidang kemahasiswaan STMIK Jabar terus berbenah menyambut kreativitas mahasiswa-mahasiswa yang siap berkompetisi di generasi milenial. Selain berbenah secara organisasi yang dimotori oleh BEM dan jajarannya, juga secara personal mahasiswa digenjot untuk aktif dalam berbagai event. Dengan cara ini, mahasiswa yang tidak terlalu suka dengan haru-biru organisasi, mereka masih berpeluang besar untuk menunjukkan prestasinya.

Kali ini Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI), STMIK Jabar diwakili oleh Anis Nurjanah. Teteh yang satu ini rajin eksplor sendiri berbagai event nasional maupun internasional. Teh Anis berasal dari program studi Teknik informatika, semester 6.

Teh Anis mendapatkan sertifikat Kompetisi Sains Indonesia (KSI) POSI Tahun 2021 tingkat mahasiswa Se-Indonesia. Kegiatan terbaru, Teh Anis sedang mempersiapkan diri untuk ikut kegiatan forum Internasional, awmun.org.

Selamat dan sukses selalu ya Teh Anis…!

STMIK Jabar Cetak Programmer Generasi Qurani

“Barang siapa Allah tujuannya, maka dunia akan mengikutinya. Namun siapa, dunia tujuannya, niscaya kan letih dan pasti sengsara, diperbudak dunia sampai akhir masa.” Itulah penggalan nasyid yang sering dilantunkan da’i Kondang, Aa Gym saat popularitasnya moncer menjadi trending topic dakwah Indonesia. STMIK Jabar terus berupaya keras untuk membumikannya, terutama kepada semua mahasiswa dan civitas akademika STMIK Jabar.

Keseimbangan IPTEK dan IMTAK harus terus dihujamkan. Apalah artinya banyak mencetak programmer cerdas tapi akhlaknya buruk. Indonesia ini bukan tidak punya orang-orang cerdas tapi dominasi orang cerdas minim spiritual membuat negeri kaya raya ini menempati posisi barisan terpuruk di mata internasional. Dunia pemrograman memiliki peluang besar untuk mendapatkan uang. Dengan demikian, tanggung jawab seorang programmer harus mampu terpatri kuat di dalam dada. Oleh orang IT yang jujur, anggaran pengadaan produk Information Technology (IT) yang milyaran dapat disusutkan hingga ratusan juta, bahkan bisa jadi berpeluang untuk dimulai walau anggaran awal masih puluhan juta rupiah. Ini salah satu yang dibutuhkan oleh lembaga-lembaga yang baru ingin memulai membangun sistem digital.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sebagai makanan bergizi untuk otak, sedangkan Iman dan Takwa (IMTAK) sebagai makanan lezat untuk hati. Apabila keduanya bersinergi dengan harmonis nan romantis, maka programmer lulusan STMIK Jabar insyaallah akan banyak membantu kemajuan digital tanah air, bahkan dunia.

STMIK Jabar berada di bawah Yayasan Al-Ghifari senantiasa menaruh perhatian besar agar mahasiswa bukan hanya dibekali ilmu informatika tapi juga dibekali nilai-nilai Islam. Dua ruang utama sebagai penguatan nilai-nilai Islam tersebut, yakni adanya mentoring dan adanya lembaga dakwah kampus yang dikelola oleh mahasiswa terpilih. Dengan kedua ruang ini, diharapkan mahasiswa STMIK Jabar mampu menerapkan nilai-nilai Qurani di masyarakat, juga mampu mewujudkan semangat Qurani yang terorganisir agar tidak terkalahkan dengan kejahatan yang sudah gencar muncul secara terorganisir dan penuh intrik.

Pembukaan mentoring semester ini telah diselenggarakan pada tanggal 20 Februari 2021. Semoga berjalan lancar dan menjadi titik tolak untuk pembinaan akhlak generasi milenial masa kini.

Mahasiswa STMIK JABAR Ikut Sosialisasi PKM KEMDIKBUD: Masyarakat Menanti Bakti

Rabu, 17 Februari 2021, mahasiswa STMIK Jabar diwakili Ketua BEM, Regina menghadiri sosialisasi PKM secara daring.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan wadah kreativitas yang diselenggarakan Kemdikbud.

Pendamping Inkubator menyambut baik kegiatan ini, bukan hanya fokus pada kontestasi publikasi artikel dalam “lomba” nasional. Akan tetapi, mahasiswa harus semakin rajin berlatih berkarya untuk bangsa.

Karya itu bukan selalu harus untuk kejuaraan tapi seberapa besar kehadiran mahasiswa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Banyak petani masih kesulitan komunikasi dengan pakar, banyak masyarakat yang dilanda bencana, maka mahasiswa harus hadir di antara mereka, termasuk dengan melibatkan Teknologi Informasi sebagai salah satu problem solving tools.

STMIK JABAR Dukung Pilkades Cisewu Menuju e-Demokrasi Masyarakat Informasi

Salah satu indikator kesuksesan demokrasi adalah besarnya partisipasi publik kepada program pemerintah. Media online menjadi bagian penting sebagai ajang sosialisasi politik yang sangat menantang di era digital ini.

Tahun 2021, akan ada Pilkades serentak di Indonesia. Salah satunya di Desa Cisewu, kabupaten Garut.

Ini menjadi momentum kampus untuk mengabdi kepada masyarakat, membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk aktif berpartisipasi demi suksesnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Beberapa target sederhana yang dilakukan:

  1. Sosialisasi Pilkades secara online
  2. Penjaringan bakal calon kepala desa secara online
  3. Membantu masyarakat mengenal bakal calon lebih dekat.
  4. Analisis trend suara masyarakat.

Langkah ini tidak dilakukan melalui legal formal antar lembaga tapi cukup sebagai bentuk kepedulian suara grass root putra Cisewu yang kebetulan aktif juga di STMIK JABAR. Di samping itu, ini merupakan bentuk pendewasaan mahasiswa agar mampu berbaur dengan masyarakat.

Salah seorang putra Cisewu sebagai inisiator program ini mengibarkan hashtag:

#CalonKadesCisewu

#CisewuSukses

#stmik-jabar.ac.id

#al-ghifari.org

#mengabdi

STMIK Jabar Support Kompetensi Siswa Untuk Lanjut Kuliah dan Dunia Kerja

Kehadiran kampus tidak cukup dirasakan oleh mahasiswa sendiri tapi harus terasa hadir oleh masyarakat. Kampus merupakan ruang “pandai emas” yang manfaat “emasnya” harus meresap kepada kehidupan bangsa yang cerdas dan sejahtera. Mahasiswa laksana “emas” yang sangat mahal nilainya untuk kemajuan suatu bangsa.

Untuk mewujudkan hal di atas, STMIK Jabar membangun kerja sama dengan sekolah-sekolah, salah satunya adalah SMK AL-HADI yang berada di Jl. A.H. Nasution No. 25 Bandung. Diwakili oleh Bapak Ova Nurisma Putra, STMIK Jabar memberikan wawasan kepada siswa agar terus mengembangkan kompetensinya, baik melalui kuliah maupun terjun langsung di dunia kerja.

Tagline “Lulus SMK siap kerja” harus menjadi gelora membara untuk melanjutkan kuliah. Kalau lulus SMK sudah siap kerja, mengapa harus kuliah? Karena dengan kuliah pendewasaan diri lebih terarah dan terasah. Dengan demikian, setelah lulus kuliah, lulusan bukan hanya siap kerja tapi siap kerja lebih cerdas lagi, bahkan sangat mungkin memiliki motivasi besar untuk membuka dunia kerja. Terwujudlah Indonesia sejahtera dengan sejuta pengusaha-pengusaha muda yang melek Teknologi Informasi atau Digital Business dalam mengimbangi persaingan global di era Revolusi Industri 4.0 yang sangat ketat melekat dengan lompatan-lompatan kemajuan Internet yang semakin dashyat.

Terinspirasi Bung Karno, Mahasiswa STMIK Jabar Kencangkan Ikat Pinggang Partisipasi Terbaik Untuk Digitalisasi Kampus

Presiden Soekarno berkata, “Jangan tanya apa yang negara berikan padamu, namun tanyakan apa yang bisa kamu berikan untuk negara.” Pesan heroik ini diadopsi oleh mahasiswa STMIK Jabar, “Jangan tanya apa yang kampus berikan padamu, namun tanyakan apa yang bisa kamu berikan untuk kampus.”

Gelora semangat di atas semoga semakin memberikan angin segar untuk generasi muda Indonesia. Generasi yang tidak selalu menyalahkan lingkungan dan keadaan, tapi tampil sebagai generasi yang mampu menciptakan lingkungan dan keadaan sebagai ladang berkarya demi masa depan yang cemerlang.

Melalui semangat BEM baru tahun ini, mahasiswa STMIK Jabar siap berkreasi membuat aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan kampus demi terwujudnya kampus digital. Tidak hanya sampai tagline kampus digital tapi mereka sendiri akan merasakan tingkat kepuasan pelayanan kampus yang lebih lancar, cepat dan berkualitas. Di samping itu, mereka akan bangga karena akan memanen dari buah karyanya sendiri.

Bersama HIMA dan UKM Media Kampus BEM STMIK Jabar, semoga kader-kader muda mampu mewujudkannya dengan lebih cepat dengan prinsip “Do it now!” Kakak-kakak ini akan berkolaborasi dengan semua mahasiswa untuk tidak terlalu banyak merenung, tapi langsung aksi nyata, fakta sesuai realita. 🙂

Sistem Digital memang sedang terus dibenahi kampus. Tapi dengan partisipasi anak-anak muda, maka akan jauh lebih cepat terwujud dan lebih sempurna.

Mahasiswa STMIK Jabar Terapkan e-Voting Pemilihan Ketua BEM: Sebuah Modernisasi Demokrasi

Panitia pemilihan Ketua BEM STMIK JABAR bersemangat mengimplementasikan e-voting pada tanggal 30 Januari 2021. Selain belajar melatih diri menyemarakan Revolusi Industri 4.0, juga ikut mendukung protokol kesehatan anti covid-19 yang digalakkan pemerintah.

Begitupun mahasiswa STMIK Jabar, mereka antusias berpartisipasi memberikan hak suaranya secara online dari kediaman masing-masing.

Walaupun belum resmi dilantik, sesaat setelah pemungutan suara ditutup, nama Ketua BEM terpilih sudah diperoleh, yakni Regina Arifani. Suara Teh Regina mengungguli 3 calon lainnya, yaitu Bayu, Kamila, Apip, dan Nurhayati. Semoga keempat calon ini bisa bersinergi dengan ketua terpilih. Juga, semua mahasiswa STMIK JABAR, baik semester atas maupun semester bawah, diharapkan kompak membangun STMIK JABAR, menghidupkan organisasi kampus tercinta.

E-voting merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian survey Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait pemeringkatan negara-negara di dunia dalam mengimplementasikan e-goverment. E-voting merupakan tool untuk menilai seberapa besar partisipasi rakyat terhadap negara.

Dengan demikian, e-voting diharapkan menjadi wujud kreativitas mahasiswa untuk kampus. Selain itu, penyelenggaraan e-voting ini menjadi pembelajaran demokrasi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.

Digitalisasi Perwalian Online: Sebuah Kristalisasi Menuju Peradaban Baru

Mahasiswa STMIK Jabar kembali melakukan perwalian online melalui web siaplus.stmik-jabar.ac.id pada bulan Januari-Februari 2021 ini. Hal ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain percepatan pelayanan dan ikut mendukung pemerintah dalam rangka menjaga jarak untuk pencegahan Covid-19.

Di samping itu, ada pesan lebih mendalam. Digitalisasi perwalian ini merupakan sebuah pembelajaran bagi mahasiswa dan civitas akademika STMIK Jabar agar semakin terbiasa berbahagia hidup di era Revolusi Industri 4.0, bahkan era Society 5.0. Ini merupakan sebuah proses menuju perubahan kultur baru, bahkan menuju sebuah peradaban baru yang lebih canggih.

Semakin terbiasa berpartisipasi dalam layanan online, maka akan semakin besar peluang untuk menciptakan layanan online kampus dengan persentase lebih besar lagi. Setelah perwalian online, para mahasiswa akan berlanjut perkuliahan daring. Jika kita pandai mengambil pembelajaran dari proses digitalisasi ini, maka akan tercipta information society yang cerdas. Sebuah masyarakat yang tidak takut tergerus peluang kerjanya oleh kecanggihan teknologi karena mereka sudah siap melakukan upgrade terus kreativitasnya.