STMIK Jabar Cetak Programmer Generasi Qurani

“Barang siapa Allah tujuannya, maka dunia akan mengikutinya. Namun siapa, dunia tujuannya, niscaya kan letih dan pasti sengsara, diperbudak dunia sampai akhir masa.” Itulah penggalan nasyid yang sering dilantunkan da’i Kondang, Aa Gym saat popularitasnya moncer menjadi trending topic dakwah Indonesia. STMIK Jabar terus berupaya keras untuk membumikannya, terutama kepada semua mahasiswa dan civitas akademika STMIK Jabar.

Keseimbangan IPTEK dan IMTAK harus terus dihujamkan. Apalah artinya banyak mencetak programmer cerdas tapi akhlaknya buruk. Indonesia ini bukan tidak punya orang-orang cerdas tapi dominasi orang cerdas minim spiritual membuat negeri kaya raya ini menempati posisi barisan terpuruk di mata internasional. Dunia pemrograman memiliki peluang besar untuk mendapatkan uang. Dengan demikian, tanggung jawab seorang programmer harus mampu terpatri kuat di dalam dada. Oleh orang IT yang jujur, anggaran pengadaan produk Information Technology (IT) yang milyaran dapat disusutkan hingga ratusan juta, bahkan bisa jadi berpeluang untuk dimulai walau anggaran awal masih puluhan juta rupiah. Ini salah satu yang dibutuhkan oleh lembaga-lembaga yang baru ingin memulai membangun sistem digital.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sebagai makanan bergizi untuk otak, sedangkan Iman dan Takwa (IMTAK) sebagai makanan lezat untuk hati. Apabila keduanya bersinergi dengan harmonis nan romantis, maka programmer lulusan STMIK Jabar insyaallah akan banyak membantu kemajuan digital tanah air, bahkan dunia.

STMIK Jabar berada di bawah Yayasan Al-Ghifari senantiasa menaruh perhatian besar agar mahasiswa bukan hanya dibekali ilmu informatika tapi juga dibekali nilai-nilai Islam. Dua ruang utama sebagai penguatan nilai-nilai Islam tersebut, yakni adanya mentoring dan adanya lembaga dakwah kampus yang dikelola oleh mahasiswa terpilih. Dengan kedua ruang ini, diharapkan mahasiswa STMIK Jabar mampu menerapkan nilai-nilai Qurani di masyarakat, juga mampu mewujudkan semangat Qurani yang terorganisir agar tidak terkalahkan dengan kejahatan yang sudah gencar muncul secara terorganisir dan penuh intrik.

Pembukaan mentoring semester ini telah diselenggarakan pada tanggal 20 Februari 2021. Semoga berjalan lancar dan menjadi titik tolak untuk pembinaan akhlak generasi milenial masa kini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *